(Bisnis Komunikasi Jaringan), "Solusi Kerjasama!"

Terjerat Tempurung Kardus





Ombak di sungai bergelombang

Mengalami pasang pesat

Terkocak-kocak…..

Bagai angin bertaburan debu

Pedih di mata………


Melihat wanita terkapar di jalan-jalan

Menggendong anaknya

Sambil memungut sisa-sisa selilit ampas

Aku bertanya, kemana suaminya ?


Melihat wanita menyuntik-nyuntik dagingnya diruang kotor

Ketika ia hendak keluar, cacian menghiasi

Seakan manusia menghukum bagaikan Tuhan

Kurus tubuhnya, terpenuhi lalat-lalat berkoreng

Sebenarnya hatinya menangis

Semua karena terjepit ekonomi

Aku bertanya, bagaimana sih suaminya ?


Melihat wanita terpontang-panting

Membawa gombyokan beban di bahu

Menghidupi boneka-boneka manis

Aku bertanya, kemana suaminya ?


Melihat wanita terkesot-kesot dalam dapur

Dengan gombal kusam ….

Sambil meninabobokkan buah hati

Sedang tangan lainnya mengelus-elus lantai dan masakan

Sedang suaminya bercakap riau di depan teras

Sedang suaminya ngorok sepuasnya 


Melihat wanita tak boleh kesana-kesini

Tak boleh begitu-begono

Satu dua tiga, salah

Empat lima enam, harus menyelesaikan semua pikulannya

Geser sedikit durhaka

Turuti suamimu

Sedang suami seenaknya


Wanita-wanita remaja

Menapaki kaki di jalan

Di goda grandong ……

Tetapi budaya menyalahkan sang bunga


Wanita tak boleh keluar malam

Keluar jauh……

Jaga diri baik-baik

Berpenampilan, bercakap, berperilaku sopan

Sedang mereka tak mengerti kepentingan yang melebihi nyawa

Sedang mereka tak mengerti makna psikologi

Sedang mereka membiarkan laki-laki dengan seenaknya

Sedang sang mendayu terjerat dalam tempurung kardus


Melihat wanita……

Ketika di majlis taklim

Beberapa tempat masih saja primitif

Laki-laki depan

Perempuan belakang

Laki-laki bodoh pemimpin

Perempuan secerdas apa nomer dua

Laki-laki butuh gizi 

Perempuan seadanya


Menyaksikan 

Terasa pedas, nyesek ke hati

Bayangkan saja?

Fenomena alam setan selalu penuh imajinasi

Terasa penat memikirkannya

Trauma………


Para oknum agama berkata

“Tiada bias gender”

Sedang nyatanya berbanjiran

Para oknum budaya berkata

“Itu memang posisi wanita”

Betapa mereka gila

Para oknum ilmu pengetahuan berkata

“Kami melawannya”

Sedang dia meninggalkan Tuhan


Seakan belum ku temukan pencerahan

Kebenaran mutlak

Sedang aku oknum apa ?

Apa aku seorang agnostik ?

Bukan……..

Aku beragama islam ?

Apa aku seorang beragama ?

Masih aku pertanyakan……..

Yang jelas aku percaya kekuatan Tuhan


Sang maha kasih……..

Jawablah tentang sengatan kabut syair ini

Begitu kejamnya terhadap mawar

Begitu terombang-ambing yang mana kedamaian


Kawan………

Melati……….

Puisi ini tergores

Menjadikan saksi ketidak adilan kehidupan

Tentang waktu…

Sadarlah sobat

Lakukan perubahan


Atau engkau buta

Membiarkan semua menjalar

Atau jangan-jangan tertidur pulas belum mengintip bahwa perempuan terjajah

Peradaban sebagai penjajah




Tulungagung, 9 September 2016

(Merupakan isi dari terbitan karya buku solo pertama Saya antologi puisi, berjudul "AKU ADALAH BUNGA KAKTUS"



KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
0895367203860 
Owner, Founder, CEO
= 085704703039 
Customer Service

DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =


0481723808

EKA APRILIA.... BCA


0895367203860

EKA APRILIA, OVO



0 Response to "Terjerat Tempurung Kardus"

Post a Comment

Iklan Dalam Artikel

Iklan Adnow

Iklan Tengah Artikel 2

Adnow