Penulisannya Menarik Unik SEO, Harga Sesuai Kualitas-nya Bro

LAKI-LAKI HAMIL


Karya: Eka Aprilia
 (Ratu Eka Bkj)
                
Pada zaman dahulu hiduplah seorang laki-laki dewasa  bernama Kimpleng, tinggal di desa Wonodadi. Kimpleng hidup seorang diri di sebuah rumah tua. Hari-harinya hanya dikerumuni oleh kesepian, kesendirian tanpa orang-orang tersayang di sisinya. Sebab, keluarga bahkan Istrinya meninggal beberapa tahun yang lalu. Sebelum Istrinya menutup mata yang terakhir kali, ia juga tidak mampu memberikan Kimpleng buah hati. Sehingga, Kimpleng harus menerima nasib untuk bersahabat dengan kesepian. Namun, dalam hati Kimpleng yang paling dalam dia merasa tidak sanggup dengan semua itu. Tangisan air mata yang menjadi ciri khas, di setiap nasib yang tengah dia jalani. Jeritan doa juga mengisi  hari-harinya untuk meminta kepada Tuhan agar dikaruniai seorang anak.


Setiap doa yang ia pinta pada Tuhan belum juga dikabulkan, terkadang Kimpleng merenungkan nasibnya. “Mengapa harus seberat ini perjalanan hidupku” dalam hati terus bertanya dan bertanya! Di lingkungannya Kimpleng terkenal sebagai laki-laki diam yang tak suka berkata. Berkurung dalam rumah dan menghabiskan hari-harinya dengan memelihara burung merpati kesayangannya. Menjadi pilihan dia.

Pada suatu hari malam yang gelap gulita, Kimpleng menghadap Sang Pencipta seperti biasa berdoa untuk memohon harapan yang ia impi-impikan. ”Duh Gusti yang Maha Agung, izinkan hamba merasakan sedikit kebahagiaan di dalam gubuk tuaku ini bersama buah hati cantik nan mungil, kumohon kabulkan pintaku padamu”. Setelah selesai berdoa, Kimpleng langsung tidur untuk mengistirahatkan tubuh kurusnya. Tiba-tiba di tengah kelelapan, Kimpleng dikejutka oleh mimpi yang membuat dia terbangun. Dirinya bermimpi ada suatu bisikan dari lelaki berjubah putih menyuruh menyembeli merpati peliharaannya, untuk dimakan supaya harapan memiliki seorang anak tercapai. Diapun merasa hal itu merupakan petunjuk dari Tuhan yang harus benar-benar dijalankan.

Keesokan hari, Kimpleng mengikuti petunjuk dalam mimpi itu. Disembelihlah merpati kesayangannya untuk dimakan. Walau dengan berat hati, ini semua dia lakukan demi menggapai sebuah harapan. Selesai Kimpleng memakan seekor burung merpati perutnya terasa sakit, detik demi detik perutnya membesar layaknya orang hamil. ”Duh Gusti, apa yang sedang terjadi! Mungkinkah Tuhan meniupkan janin kedalam perutku!”. Kimpleng terkejut namun merasa sangat senang doanya telah dikabulkan.    
  
Beberapa jam kemudian perut Kimpleng semakin sakit dan sangat sakit, hingga dia terjatuh pingsan. Tiba-tiba datanglah sesosok Peri, meniup perut lelaki hamil itu agar bayi yang dia kandung lahir ke dunia ini. Peri membaca mantra “Brak kadabrak prak kathaprak simsalabim buskadabus, keluar keluar kau bayi mungil ke dunia ini, huuuuuuuuuussssssss”. Kemudian lahirlah bayi mungil nan cantik itu, Peri menaruhnya di dekat Kimpleng dan membangunkan laki-laki itu. Setelah dia bangun,  peri menghilang. Jeritan suara bayi terngiang-ngiang di telinga Kimpleng. Dilihatlah perutnya yang sudah mengecil dan terdapat bayi di sebelahnya. Kimpleng menangis bahagia dan bersyukur pada Tuhan. ”Duh Gusti terimakasih, inikah jawaban dari setiap doaku, inikah buah hati yang kau kirimkan untuk hamba”. Kemudian dia gendong anak yang ia impikan itu dengan jeritan khas seorang bayi. Tetangganya medengar suara itu dan menghampiri, ternyata suara bayi yang ia dengar tengah digendong Kimpleng. Lalu, ia bertanya pada Kimpleng.

”Bayi siapa yang kamu gendong tu Pleng?” Tanya perempuan tetanggnya itu
“Ini anakku dong”
“Apa mana mungkin! Kamu kan tidak memiliki seorang anak.” Saut laki-laki dari tetangganya
“Tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak.”
“Kok bisa?” Jawab perempuan tetangganya itu

Kimpleng pun menceritakan kejadian dan alasan dirinya bisa memiliki seorang bayi mungil. Ternyata, sepasang Suami Istri tersebut terinspirasi untuk mencoba hal-hal yang tengah dilakukan Kimpleng. Supaya punya anak, soalnya pasangan tersebut difonis mandul.

Merekapun melakukan apa yang tengah dilakukan Kimpleng, yaitu Suami dari perempuan tersebut memakan seekor merpati. Setelah beberapa jam kemudian,  Suami perempuan itu tidak hamil malah beruhan menjadi banci kaleng. Istri  laki-laki tersebut bersedih dan menangis, namun apa daya dia hanya dapat mengambil hikmah dari hal tersebut.

Ternyata apa yang telah mereka lakukan itu salah, seharusnya mereka tidak meniru Kimpleng. Memakan seekor  merpati untuk mendapatkan bua hati, sebab hal tersebut petunjuk yang diberikan Tuhan pada Kimpleng. Bukan untuk mereka. Seharusnya, mereka meniru Kimpleng yang selalu berdoa dan meminta kepada Tuhan secara terus-menerus dengan kesabaran hingga Tuhan mengabulkan doanya. Walau dalam jangka penantian yang lama. Seorang Istri tersebut merasa bersalah pada Tuhan.”Ya Tuhan, ampunilah kami telah salah mengambil langkah”. 

0 Response to "LAKI-LAKI HAMIL"

Post a comment

Iklan Atas Artikel, Adnow

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Adnow

loading...