Penulisannya Menarik Unik SEO, Harga Sesuai Kualitas-nya Bro

MENOLAK RADIKALISME, TAPI JANGAN JADI RADIKALISME



Karya: @Ratu Eka Bkj 

Founder PenulisanEkaBkj.com

Founder EKABKJ.com


Sebagai seorang yang berada dalam lingkup agamis, mengaku menjaga kesatuan Indonesia, bahkan terkenal getol menolak radikalisme. Seharusnya, dapat bersifat bijak dan arif. Apalagi suatu kelompok pasti memiliki nilai pendidikan dan moralitas. Semestinya, ketika melihat suatu fenomena tertentu di depan mata, tidak bersikap gegabah. Lakukan tabayun terlebih dahulu. Analisa dengan kognitif dan intuisi. Tidak sekedar mengandalkan afektif, emosi, dan okol.


Seperti halnya berita baru-baru ini yang sedang panas, Banser membakar bendera tauhid. Menjadi sebuah tindakan yang tidak proporsional. Meski, niatnya bukan untuk menghanguskan lafadz suci tersebut. Beralasan, wujud geramnya bendera HTI berkibar. Namun, itu tetaplah bukan sikap seseorang yang mencerminkan akhlaq dan etika.

Semestinya, oknum Banser tersebut menyelidiki terlebih dahulu. Apakah benar, bendera ormas terlarang yang sedang dipublis. Selain itu, bersikap dewasa dengan memberikan teguran pada pihak yang membawa bendera. Atau, terakhir menyerahkan bendera ke pihak hukum itu lebih bijaksana. Ketimbang bertindak ekstrims.

Ingat! Anda menolak Radikalisme, tetapi jangan gantian Anda yang menjadi Radikalisme!

#Astagfirulloh
#AgarTuhanYangMenunjukkanKebenaran
#SelaluBelajarlahMenjadiPribadiYangBeretikaBerakhlaq

2 Responses to "MENOLAK RADIKALISME, TAPI JANGAN JADI RADIKALISME"

  1. Memang suka begitu, dinilai bahwa kekerasan hanya bisa dikalahkan dengan kekerasan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara pandang seperti itu yang harus diperbaiki.
      Seharunya, kekerasan diingatkan dengan akal, keilmuan dan akhlaq.

      Delete

Iklan Atas Artikel, Adnow

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Adnow

loading...